Thursday, 9 February 2012

Belajar Membuat Esai Dengan Baik


Belajar Membuat Esai Dengan Baik


A. PENGERTIAN
Esai berasal dari kata “essay” yang dalam Bahasa Perancis artinya mencoba, berusaha, berupaya (a try or attempt). Dalam Bahasa Inggris essay artinya karangan karangan sastra atau scrip. Secara istilah pengertian esai menjadi sangat beragam, namun  inti dari esai adalah usaha atau upaya yang dilakukan untuk dapat mengkomunikasikan beragam informasi, opini publik atau pengejawantahan dari berbagai perasaan yang disajikan dalam bentuk argumen tentang sebuah opini yang berkembang (sumber : infoplease.com). Sedangkan dalam konteks ilmiah dan akademis, esai berarti komposisi sebuah prosa yang ditulis secara singkat namun dapat mengekspresikan opini penulis mengenai sebuah topik.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), esai adalah karangan prosa yang membahasa suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Sedangkan menurut ilmu jurnalistik, paragraf essay adalah sebuah paragraf yang berisi tulisan tentang pendapat seseorang tentang suatu permasalahan ditinjau secara subjektif dari berbagai aspek / bidang kehidupan. Dalam membuat sebuah paragraf (esai), penulis bisa mengambil angle dari beberapa disiplin ilmu denga subyektivitas yang khas dari penulisnya. Oleh karena itu, penulis paragraf esai (essay) dituntut untuk memiliki minat serta pengetahuan yang luas serta memiliki kepribadian yang khas.

Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.

B. TIPE-TIPE ESAI (ESSAY)
 
Ada enam tipe esai, yaitu :
  • Esai deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
  • Esai tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
  • Esai cukilan watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
  • Esai pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
  • Esai reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
  • Esai kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

C. CIRI-CIRI ESAI (ESSAY)
  1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
  2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
  3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
  4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
  5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
  6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca. 

D. TAHAP-TAHAP MEMBUAT ESAI (ESSAY)
 Cara membuat esai :
  1. Tentukan tema yang paling Anda kuasai;
  2. Carilah bahan;
  3. Buatlah outline atau poin-poin yang akan Anda bicarakan;
  4. Tentukan judul;
  5. Mulailah mengembangkan kerangka karangan.

Cara mengembangkan kerangka karangan esai:
  1. Untuk memudahkan karangan, mulailah dengan sebuah definisi;
  2. Kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;
  3. Masukan pandangan seorang ahli;
  4. Buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana;
  5. Untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;
  6. Esai biasa adalah karangan argumentasi.
Cara menulis esai  
Terdapat setidaknya tiga jenis cara menulis esai yang umum digunakan, yaitu esai dalam bentuk naratif, deskriptif dan persuasif.
  • Esai naratif merupakan jenis esai yang memaparkan sebuah cerita, contohnya seperti cerita pengalaman atau peristiwa sejarah masa lalu, kejadian masa lalu, kejadian yang baru saja terjadi, sedang terjadi dan telah terjadi baik yang dialami oleh penulis sendiri atau orang lain. Esai jenis ini secara jelas menggambarkan sebuah ide dengan cara bertutur/berkisah yang diceritakan dan disajikan sesuai dengan kronologis kejadian yang sebenarnya.
  • Esai deskriptif merupakan jenis esai yang menggambarkan detail tokoh, tempat atau objek tertentu dengan sangat jelas sehingga pembaca akan dibawa pada sebuah dimensi mental picture mengenai objek yang ditulis secara nyata. Esai ini  ditulis dengan tujuan untuk memberikan kesan nyata mengenai tempat atau  obejek benda lainnya.
  • Esai persuasif merupakan esai yang dibuat untuk dapat menyakinkan perasaan pembaca unutk mendukung sudut pandang yang digunakan oleh penulis mengenai suatu materi, tema atau objek yang diangkat sehingga pembaca dapat dengan mudah menerima semua rekomendasi dari penulisnya. Esai persuasif bersifat mengajak pembaca untuk dapat mengubah sudut pandang baca, memotivasi pembaca melakukan tindakan seperti apa yang ditulis penulis (call for paper). Esai persuasif ini juga dapat menggambarkan suatu jenis perasaan emosional.
Dalam menulis esai, terdapat sistematika penulisan yang terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :

1.   Pendahuluan. Berisi pemaparan latar belakang informasi yang dapat mengidentifikasi subjek materi yang dibahas dan pengantar subjek yang dinilai oleh penulis.
2.   Tubuh esai. Bagian ini menyajikan dan memaparkan seluruh data dan informasi yang mengenai subjek atau topik yang diangkat.
3.   Kesimpulan. Bagian akhir dari esai yang akan memaparkan dan menjelaskan kembali ide-ide pokok yang sudah dibahas pada bagian pertama dan kedua. Bagian ini juga mengandung ringkasan dari bagian tubuh esai serta menambahkan beberapa poin observasi mengenai subjek yang dinilai penulis.

Langkah pembuatan esai (essay) :

1.   Memilih dan menentukan tema atau topik.
Tahap ini  menjadi tahap penentuan bagi pembuatan esai. Penulis harus dapat menentukan tinjjauan utama dari topik yang akan diangkat dan juga harus mampu menganalisa topik secara khusus. Luasnya cakupan topik akan berefek pada bahasan topik yang lebih sempit dan spesifik sehingga menghasilkan bahasan topik yang mendalam dan berkarakter kuat.
2.   Membuat Outline.
Outline merupakan garis besar ide-ide yanga akan dibahas sehingga esai yang dibuat akan lebih teratur, fokus dan sistematis.
3.   Menuliskan tesis.
Pernyataan tesis ini merupakan pendapat penulis yang akan mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan secara singkat dan jelas.
4.   Menulis tubuh esai.
Bagian ini didahului dengan membuat paragraf pembuka yang sebaiknya dibuat untuk dapat memancing minat baca orang lain. Penulis dapat memberikan data dan informasi yang menjadi gambaran untuk poin penulis selanjutnya. Penulis bisa memulai dengan menambahkan anekdot yang bersifat persuasif dan mengundang minat baca. Selanjutnya penulis memulai dengan memilah poin-poin yang akan dibahas, merancang beberapa subtema untuk mempermudah pembaca memahami gagasan yang penulis angkat. Dari sana, penulis pun dapat lebih mudah mengembangkan subtema yang telah dibuat sebelumnya.
5.   Membuat paragraf pertama.  
Bagian ini sifatnya hanya pendahuluan yang berisi mengenai alasan atau latar belakang ditulisnya esai (essay) tersebut. Penulis pun dapat memberikan penjelasan, menggambarkan dan memberikan pendapat secara menyeluruh untuk topik terpilih.
6.   Menulis kesimpulan
Bagian ini menjadi bagian penutup dari sistematika penulisan esai (essay). Penulisan kesimpulan dianggap sangat penting karena di bagian inilah penulis dapat membentuk opini pembaca yang harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan penulis
7.   Melakukan editing
Tahap ini merupakan tahapan teknis yang tidak bisa dianggap sepele. Penulis harus membaca ulang semua tulisannya dan meneliti dengan seksama tata bahasa yang digunakan apakah sudah tepat dan apakah terdapat perpaduan antar kalimat yang logis atau mengalir dengan lancar. Jika ditemukan hal-hal yang kurang sesuai, maka penulis dapat merevisi esainya.
 
Aspek penilaian esai yang sering digunakan dalam berbagai perlombaan adalah :
  1. Gagasan yang disampaikan harus bersifat orisinal, kreatif dan aktual. Orisinal artinya gagasan tersebut belum pernah dipublikasikan (inovator). Kreatif : gagasan menunjukkkan pemahaman baru penulis atas persoalan yang dibahas. Aktual : gagasan sesuai kekinian (ada fakta dan data).
  2. Esai harus sesuai dengan tema/subtema. Esai diharapkan selaras dan tidak menyalahi tema atau subtema kompetisi yang ditentukan.
  3. Tuturan/Penulisan ditulis dengan gaya bahasa yang komunikatif, relatif mudah dipahami. cara bertuturnya menunjukkan pemahaman penulis yang mendalam terhadap pokok bahasan.
  4. Argumentasi. Alur berpikir penulisnya tertib dan jelas (mudah dirunut), serta kedalaman isi dan sudut pandang.
Agar lebih jelas bagaimana langkah menulis esai, Anda dapat mendownload Panduan Menulis Esai Universitas Indonesia 

Berikut ini adalah contoh paragraf essay :

"Maraknya kasus korupsi yang akhir-akhir ini tidak hanya menyeret sejumlah nama pejabat yang masih aktif sampai para mantan pejabat telah melukai hati rakyat Indonesia. Bukan hanya karena kecewa dengan mental para pejabat bangsa namun juga kecewa atas buruknya sistem pengawasan atas pelaksanaan operasional sebuah bangsa. Apalagi akhir-akhir ini marak dibahas mengenai pengampunan atas para koruptor sehingga para koruptor bisa melenggang bebas kembali setelah menikmati hasil "jarahannya" tersebut. Menurut kami, diperlukan sebuah hukuman berat sehingga bisa menjadi efek jera bagi para koruptor dan membuat pejabat yang lain menjadi berfikir ulang untuk melakukan korupsi. Apalagi buruknya sistem pemerintahan Indonesia bila dilihat dari ketidakmampuan mengatasi masalah korupsi yang telah menggurita ini membuat masyarakat sudah tidak mau menaruh harapan lagi pada sebuah clean goverment yang seperti semakin jauh panggang dari api. Bila dilihat dari sudut pandang agama manapun, korupsi jelas dianggap sebagai pernuatan yang tidak baik karena telah menguasai apa yang sebenarnya menjadi hak orang lain. Maraknya korupsi di Indonesia saat ini bahkan korupsi tidak hanya dilakukan sendiri melainkan telah dilakukan secara berjama'ah semakin memperburuk citra Indonesia di mata dunia sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi tingkat kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "


CONTOH ESAI (ESSAY)

Sumber : 
http://www.pemustaka.com/pengertian-esai-dan-ciri-cirinya.html
http://islam-download.net/contoh-cara-menulis-essay-esai-5015.html
http://carapedia.com/paragraf_essay_info1970.html

0 comments:

Post a Comment

 
Designed Lasanta- Samanta | www.bloggertipandtrick.net BLOGGER - Blogger Cumi |Single Man Who Need Sholehah Wife