Saturday, 18 February 2012

SMP-SMA Pesantren Daarul Quran (Ust. Yusuf Mansur)

  SMP-SMA Pesantren Daarul Quran (Ust. Yusuf Mansur)



A. Filosofi 


Terngianglah ucapan ibunda : “Ibu tidak butuh anak yang pinter doang Ibu lebih butuh anak yang bisa doain ibu, yang bisa inget ibu di kala hidup maupun di kala mati. Ibu lebih ga butuh lagi anak yang pinter, tapi sombong. Sombong sama ibu, sombong sama sodara, apalagi sombong sama Allah. Dipanggil ama ibu engga nyahut, dipanggil sama Allah juga ga nyahut. Punya kuping kayak ga punya kuping. Ibu demen kalo ngelihat anak megang Al-Qur’an, baca Al-Qur’an. Kalo nanti ibu meninggal, ibu denger dari hadits, nanti ibu boleh nengok anak-anak ibu saban malam Jum’at. Ga tau dah, ini hadits dhoif apa engga. Tapi kalo emang bener, terus ibu ngelihat anak-anak ibu pada ngaji Yaasiin, ngaji al-Kahfi, betapa bahagianya hati ibu. Ibu ridho ama anak yang modelnya begini. Ibu ga minta duit. Sebab ibu ga butuh duit. Ibu sudah ada Allah. Tapi ibu butuh kamu. Butuh kamu supaya selamat. Jadi ga ngerepotin ibu! Dengan kamu selamat saja, ibu udah ga akan repot. Di dunia repot ama polisi. Di akhirat repot lagi berurusan dengan malaikat Allah. Kalo mau sekolah yang tinggi, silahkan. Tapi jangan lupa ngaji. Pentingin ngaji. Kalo mau sekolah tinggi, kerja tinggi, usaha tinggi, silahkan. Tapi sholat nomor satu. Sama orang tua nomor satu. Buat apa tinggi hidup, kalo merendahkan urusan akhirat. Kejar akhirat, dunia ngikut. Tapi gi dah, kejar dunia. Ntar dunia ga dapet, dunia juga ilang. Ibu doain; robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wafil aakhiroti hasanah waqina ‘adzabannar. Dan kalo mau dapet dua-duanya; dunia dan akhirat benerin dulu bismillahnya, kuatin dulu bismillahnya...”


Kalimat terakhir yang saya cuplik inilah yang menjadi filosofi I’daad: benerin dulu bismillahnya, kuatin dulu bismillahnya. Ketika saya kemudian mendirikan sekolah, mendirikan pesantren, dengan izin Allah, dan dibantu oleh kawan-kawan, dari 2004 yang lalu, belajarlah saya satu hal yang merupakan pengejawantahan filosofi I’daad: didik dulu dengan Al-Qur’an dan as-Sunnah maka anak akan gampang dibentuk, dan gampang di didik. Didik dulu dengan ngaji ini ngaji itu. Ngaji sesuatu yang di butuhkan oleh mereka, yang jauh dari sekedar duit, pekerjaan, karir dan masa depan yang sifat dunia. Yakni ngaji tentang aqidah, akhlak, iman, islam, tauhid, dan keyakinan. Ini beres, maka insya Allah anak akan bisa di isi apa saja, dan siap. Kelak mereka akan menjadi orang, mereka menjadi orang yang siap.

Saya merasakan repotnya – alhamdulillah – mendidik dan mengajar anak-anak yang tidak di siapkan terlebih dahulu. Ketidakrataaan profil anak-anak yang masuk, membuat sistem pendidikan di banyak lembaga pendidikan tidak berjalan sempurna dengan semestinya. Begitu juga di Daarul Qur’an. Ada anak-anak yang sudah bagus bacaannya, bahkan hafal 1-2, hingga 30 juz. Tapi banyak juga yang belum bisa baca Al-Qur’an!

Saya merasakan repotnya para pendidik dan pengajar di Daarul Qur’an ketika kualitas anak-anaknya sendiri beragam. Ada yang sudah cas cis cus bahasa Inggrisnya, bahasa Arabnya, ada yang masih a-i-u-e-o.

Belum lagi latar belakang keluarga masing-masing, yang membawa karakter anak masing-masing. Menambah daftar kerepotan itu. Alhamdulillah, Allah menjadikannya ibadah, sehingga tiada kata lelah dilontarkan.

Sementara itu, kalau di tetapkan syarat dan ketentuan yang tinggi, justru akhirnya akan berlawanan dengan spirit pendidikan. Bukankah pendidikan itu salah satunya bertujuan mengajarkan yang belum tahu supaya tahu, yang belum bisa supaya bisa?

Maka atas ucapan Ibunda itulah kemudian “bismillah” dikebumikan. Bismillah itu diterjemahkan menjadi I’daad. Kita persiapkan dulu anak didik kita. Warnanya disamakan, kemampuan bahasanya di upgrade, kemampuan baca tulis Al-Qur’annya, hingga ke Tahfidz dan akhlaknya, di upayakan supaya bisa setara, tanpa melupakan karakter anak masing-masing dan keragaman kemampuannya.

Program I’daad ini sendiri adalah penyempurnaan dari Model Santri Taruna yang dikembangkan Daarul Qur’an sejak 2008.

Ketika menSet-Up program I’daad ini, terngiang pula ucapan Rasulullahyang menjadi sabda buat kita semua: “Aku tinggalkan dua hal, yang jika kalian berpegang teguh kepada keduanya; Al-Qur’an dan as-Sunnahku, maka tidak akan kalian sesat selama-lamanya.

Terngiang barisan ayat demi ayat dari firman Allah, Al-Qur’an yang mulia. Dimana di tangan Allah kendali semua arah kehidupan. Allah yang menurunkan Al-Qur’an sebagai panduan hidup, bahwa Al-Qur’an itu petunjuk, pembeda antara yang halal dan haram, yang benar dan yang batil. Itu semua karena Allah Yang Memiliki Kehidupan, tahu bahwa manusia yang hidup jika tidak diberi panduan hidup, sungguh ia akan tersesat.

Sekarang menjadi jelas, bahwa banyak manusia sebenarnya tidak tahu akan Al-Qur’an, sehingga tidak lagi bisa mengenali yang halal apa yang haram. Lihat saja sekeliling kita; apa yang di beritakan apa yang di bicarakan. Andaipun ada yang tahu Al-Qur’an, rupanya Al-Qur’an itu tidaklah hidup di dalam kehidupannya. Tidak dipake.

Jika dikehidupan kita saja sudah begini, bagaimanakah lagi dengan anak-anak kita yang hidup dengan lebih banyak tontonan, dan godaan hidup? Aurat wanita di zaman kita dulu hidup, masih minim buat dilihat. Sekarang? Begitu terbuka. Dulu, paling banter surat-suratan. Video porno susah di dapat. Bukan sebab susah kaset beta dan VHS nya saja, tapi playernya juga susah. Sekarang? Wuah, merk-merk HP generasi tercanggih, anak-anak SD pun hafal, dan bahkan punya! Dan alat-alat yang sejatinya ini sangatlah positif, kemudian menjadi neraka buat anak-anak kita, sebab mereka tidak siap dan tidak disiapkan. Pada sebagian wajah anak-anak orang kaya, banyak yang kekayaan orang tuanya pun semakin mempercepat anak-anaknya masuk neraka. Mereka bermaksiat dengan kendaraan yang dibelikan orang tuanya. Mereka bermaksiat dengan uang yang diberikan orang tuanya. Mengerikan, bahakan disebagian wajah anak-anak yang tidak mampu, pun juga malah ikut-ikutan tidak selamat. Dua-duanya tidak akan selamat, jika tidak berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan bagaimana lagi bisa berpegang teguh, jika ternyata mengenalnya pun tidak. Subhanallah.

Para Ayah, para Ibu... Anak-anak kita sungguh mengarungi hidup yang berat jika ia tidak diberi sampan yang tangguh, sampan yang kokoh, dan juga dayung yang kuat. Sampannya adalah Al-Qur’an, dan dayungnya adalah as-Sunnah.

B. Program I'dad



Saya bangga dan bersyukur kepada Allah, bisa memperkenalkan program ini kepada internal Daarul Qur’an dan masyarakat luas. Program I’daad ini merupakan program yang bisa dipakai di rumah Tahfidz, dan di Daarul Qur’an. Dan bisa dipakai oleh siapa yang mau memakai. Program yang secara representatif, insya Allah mendekati jawaban apa yang digelisahkan diatas. Dimana lewat program I’daad ini, anak-anak dibentuk dulu karakternya dengan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Sebelum ia kemudian di jejali dengan yang dibawa dan diberikan oleh sekolah.

Setelah sekian tahun ikut orang mendirikan dan mengembangkan sekolah dan pesantren. Setelah sekian tahun juga Allah izinkan mendirikan dan mengembangkan sekolah dan pesantren sendiri. Akhirnya saya dan kawan-kawan sepakat, sebelum mereka belajar di sekolah dan pesantren kami, mereka harus dipersiapkan terlebih dahulu. Hendaknya begitu juga para Ayah dan Ibu. Persiapkan dulu anak-anak sebelum mereka masuk ke sekolah-sekolah favorit pilihan Anda dan anak Anda.

Nasihat berikut ini buat saya dan buat semua yang mau anaknya selamat lahir batin dunia akhirat. Jangan diterjun bebaskan anak-anak kita ke sekolah-sekolah yang belasan tahun tidak ada sholat dhuhanya, dan tidak memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk shalat dhuha! Hingga kemudian ia akan tumbuh menjadi anak-anak yang tidak cinta kepada Rasul-Nya.

Jangan diterjunbebaskan anak-anak kita ke sekolah-sekolah yang belasan tahun tidak ada sholat berjamaahnya ketiak zuhur. Kelak kita akan mendapati susah sekali anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang bisa shalat berjamaah, di awal waktu dan di masjid.

Jangan diterjunbebaskan anak laki-laki kita ke sekolah yang aurat wanitanya begitu terbuka, sedang anak-anak kita belumlah lagi diberi pengetahuan bahwa dia harus menjaga pandangannya, harus menahan nafsunya. Jangan diterjun bebaskan anak-anak perempuan kita, ke sekolah-sekolah yang pergaulan beda jenisnya bebas. Anak-anak kit gas siap, atau kitalah yang menyiapkannya dulu hingga mereka siap.

Dan begitu saja mudah memberikan sepertiga, setengah, atau bahkan dua pertiga hidup anak kita, ke sekolah-sekolah yang porsi buat Al-Qur’an, porsi buat Allah, sedikit sekali.
Kenalkan dulu anak kita, kepada pegangan hidupnya. Al-Qur’an dan as-Sunnah. Supaya pentingin Al-Qur’an dan as-Sunnah bagi kehidupannya. Supaya Al-Qur’an dan as-Sunnah menjadi bahagian dari kehidupannya kelak.

Kita benerin bacaan Qur’annya anak kita dulu. Kita bikin dia hafal Qur’an dulu. Kita buat dia asyik dulu mempelajari Al-Qur’an. Tanpa sadar terbangun karakter Al-Qur’an dalam dirinya. Akhlaknya, Al-Qur’an. Seperti Rasulullah yang akhlaknya adalah Al-Qur’an; Kaana khuluquhul qur’an.

Sejarah membuktikan, para cendikiawan muslim dunia adalah penghafal Al-Qur’an. Hidupnya tidak lepas dari Al-Qur’an. Pakaiannya adalah as-Sunnah. Apalagi Rasul mewariskan dua hal bagi hidup anak-anak kita, dan kita; yaitu Al-Qur’an dan as-Sunnah. In tamassaktum bihima lan tadhillu abadan, kalau kita memegang keduanya, tidak akan sesat selama-lamanya.

Dan wajah seperti apa anak yang kita idamkan? Wajah anak-anak yang mengejar impiannya? Mengejar cita-citanya? Atau wajah anak-anak yang melupakan Allah? Asyik belajar tapi sholat telat, sholat lupa, sholat sunnah berat dan susah? Hampir-hampir seperti kita yang jauh dari masjid? Jauh dari sholat tepat waktu? Jauh dari berjamaah? Sepi dari sholat-sholat sunnah?

Wajah anak-anak yang bagaimana yang mau kita lihat? Wajah anak-anak yang lebih penting ujian nasional ketimbang ujian hidup? Wajah anak-anak yang hanya memikirkan nilai berupa angka? Tapi melupakan nilai-nilai kehidupan? Utamanya nilai-nilai yang ada di Al-Qur’an dan as-Sunnah? Hidupnya kering dari budi, dari rasa, dari kasih sayang. Tujuan hidupnya kecil, hanya masuk sekolah favorit? Hanya masuk perguruan tinggi negeri? Setelah lulus, mikirin hanya nyari kerja, nyari gajian? Tidak mencari Allah, yang Maha Memiliki Pekerjaan, Maha Memiliki Rizki?

Pernahkah berpikir, siapa yang akan menguburkan Anda? Anak Anda? Ataukah ia hanya melihat dari tepian kuburan, dimana tukang penggali kuburlah yang menanam jasad kita. Bukan anak kita? Ketika penggali kubur bertanya, siapa nih yang mau ngazanin ni mayit? Sebelumnya kita kemudian timbun dengan tanah dan meninggalkannya? Lalu tidak ada satupun anak kita yang menjawabnya dengan turun ke bawah kuburan, lalu mengazankannya. Kecuali malahan ia mempersilahkan penggali kubur saja yang sekalian almarhum kita ayah dan ibunya.

Pernahkah berpikir, siapa yang akan mendoakan kita dan mengalirkan kita kebaikan demi kebaikan. Setelah wafatnya kita? Jangan-jangan kita dipusingkan sejak anak kita hidup dan sejak kita hidup. Pusing dengan segala kelakuannya, yang semuanya sebenarnya adalah kesalahan kita. Anak ibarat gelas. Sayang, ia diisi dengan air yang bukan Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Tidakkah terbayangkan bahwa doanya anak kita adalah obat kuat bagi kita? Perhatiannya adalah kebahagiaan buat kita? Tatkala kita sakit, ia masuk bertanya dengan halusnya, sambil menggemgam tangan kita penuh kasih sayang, kemudian ia mengambil wudhu, dan shalat sunnah untuk kesembuhan kita. Dan setelah sholat, ia membacakan Al-Qur’an untuk kita. Belum wafatnya kita aja begini, insya Allah setelah wafatnya, maka ia akan sering mengingat dan mendoakan kita.

Dan sudahkah kita juga memberi bekal doa buat anak kita, bukan sekedar bekal uang? Apa yang kita tinggali untuk anak kita? Rumah dan harta yang justru mereka mungkin akan berpeluang jauh dari Allah? Atau seperti Rasul, kita tinggalkan Al-Qur’an dan as-Sunnah? Atau seperti Abu Bakar, yang meninggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk anak dan keluarganya?
Kondisi sempurna, tidak akan ada yang bisa, kecuali Allah yang kemudian memudahkan dan membuat kita bisa mendekati kondisi ideal untuk anak kita dan kita. Bahagia di dunia, bahagia di akhirat. Sukses di dunia, selamat di akhirat.
I’daadkan dulu putera puteri Anda, baru hantar kepada impian dan cita-citanya

Sisihkan waktu 1 tahun dari anak Anda. Kami didik anak Anda wahai para Ayah, wahai para Ibu. Untuk meraih kemuliaan para penghafal Al-Qur’an. Hal ihwal tentang program I’daad saya lampirkan sebagai lampiran surat terbuka ini. Setelah program I’daad ditempuh, silahkan kemudian melanjutkan pendidikan formalnya.

C. SMA Pesantren Daarul Quran
 


SMANP Daarul Qur’an dengan program pengajaran yang merupakan perpaduan boarding dan sekolah formal atau menggunakan kurikulum diknas dan pesantren, dengan penguatan tahfidz Al-Qur’an ditambah dengan kegiatan amaliah yang berkurikulum Daqu Methode. Berusaha menjawab kebutuhan masyarakat bahwa siswa dapat mengakomodatifkan pendidikan tahfidz dan pendidikan formal. Dengan dibantu tenaga pendidikan yang handal dan profesional di bidangnya masing-masing, yang berasal dari lulusan universitas dalam negeri dan luar negeri yang ternama.

Selain potensi akademik baik formal dan non-formal, peserta didik dieksplorasi potensinya dengan program lifeskill, serta diarahkan agar mereka memiliki komitmen yang tinggi terhadap bangsa dan lingkungannya. Dengan muatan dan wawasan bukan saja nasional tapi juga internasional. Diharapkan para lulusan lembaga ini memiliki daya saing yang tinggi untuk meneruskan pendidikan ke tingkat universitas

1. Visi
Generasi qur’ani kreatif berprestasi yang berakhlak dan bertakwa
 
2. Misi
Menyelenggarakan pendidikan islami dengan active learning yang profesional, efektif dan efisien. Membentuk karakter yang mengarah pada sikap semangat berprestasi, proaktif, komunikatif, ikhlas dan berdedikasi, serta peka terhadap lingkungan dan perkembangan zaman. Mengembangkan sikap keteladanan Rasulullah lewat pembiasaan-pembiasaan sunnah-sunnahnya.


3. Ekskul


  • Student Council
  • Boys Scout
  • Science Club
  • Language Club (English/Arabic)
  • Sanggar Seni (Marawis, Kaligrafi, Melukis, Desain Grafis, Perkusi)
  • Karate
  • Broadcasting
  • Futsal
4. Biaya Pendidikan
7. Prosedur Pendaftaran
  • Pembayaran uang formulir pendaftaran Rp. 350.000,-
  • Pembayaran uang pangkal dilakukan setelah siswa/i diterima di SMP/SMA Daarul Qur’an Nasional Plus, jika siswa/i keluar maka uang pangkal tidak akan dikembalikan
  • Dokumen pendaftaran terdiri dari :
    • Formulir pendaftaran dan surat keterangan sehat diserahkan pada staff pendaftaran
    • Foto copy raport yang telah ditandatangani dan dilegalisir oleh sekolah sebelumnya
    • Foto berwarna 3 lembar 3x4 cm dengan mengenakan pakaian formal
    • Foto copy akte kelahiran
    • Foto copy kartu identitas (KTP) orang tua/wali
    • Foto copy kartu keluarga
    • Surat perjanjian untuk sistem pembayaran dan mentaati peraturan sekolah
    • Mengikuti psikotes
    • Foto copy STTB SD/SMP yang dilegalisir kepala sekolah
               *Biaya formulir pendaftaran sewaktu-waktu dapat berubah
  • Pembayaran dapat dilakukan dengan mentransfer ke :
    • Bank Mandiri Syariah Cab Ciledug
    • a/n. Daarul Qur’an Nasional Plus a/c. 0740 1040 01
Pembayaran melalui transfer Bank harap mencantumkan nama siswa/i, tingkatan, nama orang tua, nomor telepon rumah maupun HP dengan lengkap, begitu pula saat pembayaran SPP. Bukti pembayaran melalui transfer Bank harap di Fax ke Sekolah Daarul Qur’an Nasional Plus di 021-7345 6409.

8. Info SMS :

  • Ustadz Jaya Rukmana, MA | 0813 80595738
  • Ustadz Sholehudin, S.Th.I | 0815 73051764
  • Ustadz Ifan Mulfiana, S.Pd, MM | 0813 8228857
  • Ustadz A.Wahid Basyir, SHI, MA | 0813 85999419
  • Ustadz Syamsudin, S.Pd.I | 0856 93714798
9. Kontak
  • PONPES DAARUL QURAN SD-SMP-SMAJl. Thamrin Ketapang, Kel. Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang
    Banten - Indonesia, 15147
    Hunting (021) 554 2000
    Fax. (021) 5575 5808
  • KAMPUNG BULAK SANTRIPesantren Tahfidz Daarul Qur’an
    Jl. Sandong Raya, Kel. Pondok Pucung
    Kec. Karang Tengah Kota - Tanggerang
    Banten – Indonesia 15157 Telp. 021 - 32047896
    73456409, Fax. 021 - 734 55 828

  • DAQU SCHOOL TK, SD JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 153 Gg. Gergaji Pelem, Kel. Mugahsari, Kec. Semarang Selatan Kota Semarang – Jawa Tengah 50243 Telp (024) 8310133

*Semoga bermanfaat. Good reader always leaves comment*

1 comments:

anam said...

Apakah bisa menerima santri yg sudah lulus SMA, ingin nyantri untuk hafalin qur'an.
Ditunggu jawabannya 085777766116...

Post a Comment

 
Designed Lasanta- Samanta | www.bloggertipandtrick.net BLOGGER - Blogger Cumi |Single Man Who Need Sholehah Wife